Selamat Datang

Selamat Datang di Desa Garung Lor Kami Siap Melayani dan Mengayomi Masyarakat

Minggu, 14 Agustus 2011

KERJA BAKTI GARUNG LOR

Jum’at 29 Juli 2011
Balai Desa Garung Lor



Kerja bakti di balai desa garung lor ini dimulai pada jam 06.00 WIB dan melibatkan seluruh perangkat desa. Kegiatan kebersihan ini diawali dengan membersihkan halaman depan Gedung Serba Guna balai desa yang kemudian dilanjutkan dengan membersihkan saluran air didepan balai desa dari sampah dan rumput-rumput liar.


Kerja bakti ini merupakan agenda rutin setiap minggu yang diselenggarakan oleh perangkat desa yang dimaksudkan untuk menjaga lingkungan sekitar balai desa agar tetap bersih.

Sabtu, 13 Agustus 2011

LEMBAGA MASYARAKAT DESA

Lembaga Masyarakat Desa

 
Kondisi Kelembagaan
Lembaga Masyarakat
No Jenis Lembaga Jumlah
1
Karang Taruna
1 buah
2
LPMK/LKMK
-
3
PKK Desa
1 buah
4
RW/RT
4 RW / 33 RT
Kerukunan Hidup Beragama
No Jenis Nama Lembaga
1
Organisasi Islam
Organisasi 6 buah, Organisasi terbang jidur
2
Organisasi Katholik  
3
Pengurus TPU  

SARANA DAN PRASARANA DESA

Sarana dan Prasarana Desa

 
Kondisi Sarana Prasarana Bidang Sosial
Pendidikan Masyarakat
No Jenis Pendidikan Jumlah
1
Pra Sekolah
1 TPQ
2
TK/Sederajat
1 TK
3
SD/Sederajat
4 SDN
4
SMP/Sederajat
2 buah
5
SMA/Sederajat
1 SMK Teknik
Kesehatan Masyarakat
No Jenis Jumlah
1
Posyandu
5 buah
2
Polindes
-
3
Rumah Sakit
1 buah
4
Praktek Dokter Umum
2 buah
5
Praktek Bidan/Perawat
1 buah
Sektor Ekonomi
No Jenis Jumlah
1
Koperasi
-
2
Pasar
-
3
Warung Makan
-
4
Toko/Kios
40 buah
5
Angkutan
-
Sektor Kamtibmas
No Jenis Jumlah
1
Jumlah Poskamling
20 buah
2
Jumlah Anggota Hansip
33 orang
3
Jumlah Kelompok Ronda
15 buah

DEMOGRAFI KALIWUNGU

Demografi

 
Penduduk Desa Garung Lor Jumlah KK 1.733 dan Jumlah Penduduk 7.039 orang
Jumlah Penduduk menurut agama
No Agama Jumlah Penduduk
1
Islam
6564
2
Kristen
281
3
Katholik
166
4
Hindu
4
5
Budha
24
 
No Tingkat Pendidikan Jumlah Penduduk
1
Belum Sekolah
3.238
2
tidak pernah sekolah
124
3
Pernah SD/SMP/SMA tdk Tamat
496
4
Tamat SD/Sederajat
2.210
5
Tamat SMP/Sederajat
603
6
Tamat SMA/Sederajat
498
7
Tamat D1-D3
70
8
Tamat S1
59
9
Tamat Pasca Sarjana/S3
-
 
Berdasarkan mata pencaharian penduduk statistik penduduk dapat dilihat pada tabel berikut ini :
No Mata Pencaharian Jumlah Penduduk
1.
Buruh/Swasta
1815
2.
PNS/TNI/POLRI
283
3.
Petani
147
4.
Pedagang
18
5.
Lainnya
224 (termasuk penduduk usia belum dan tidak produktif)

POTENSI DESA GARUNG LOR


Potensi Desa
Desa Garung Lor merupakan salah satu desa di Kecamatan Kaliwungu. Desa Garung Lor sendiri memiliki beragam potensi desa. Dimana bisa dilihat berjamurnya usaha-usaha kecil yang tersebar di seluruh wilayah Garung Lor. Usaha yang dijalankan pun beragam jenis dan bentuk usahanya. Beberapa jenis usaha unggulan desa antara lain :

1
TEMPE
Jenis usaha ini sangat banyak dan akan sangat sering ditemui di desa Garung Lor. Usaha tempe terbesar di Garung Lor adalah tempe soya. Usaha yang terletak di Dusun Tersono desa Garung Lor sudah berdiri sejak tahun 1992. Usaha ini sudah berkembang dengan sangat pesat dan wilayah pasarnya pun juga sudah sampai diluar kudus yaitu Jepara dan Demak. Usaha ini kini memiliki kurang lebih 14 pegawai sehingga semakin mempercepat proses produksi. Di harapkan beberapa tahun kedepean tempe soya berhasil menembus pasar nasional dan memperluas wilayah pemasaran hingga ke luar pulau jawa.

ROTI
Usaha roti juga banyak ditemui di desa Garung Lor. Mayoritas berupa usaha roti apem dan roti-roti lain dengan beraneka macam rasa. Salah satunya seperti usaha yang didirikan oleh bapak H.Musrikan yang mendirikan usaha toko roti dengan nama Toko Roti Alvian. Toko yang terletak di Dusun Garung Lor desa Garung Lor ini sudah berdiri sejak awal tahun 2000. Dengan wilayah cakupan pasar mencapai seluruh wilayah Kudus. Kini, usaha roti Alvian sudah sangat maju dan kini sudah mampu mempekerjakan kurang lebih 15 orang pegawai. Dengan pengalaman sudah puluhan tahun membuat toko roti ini dianggap sebagai ahlinya roti. Karena varians rasa,jenis dan bentuk roti yang diperdagangkan kini semakin beragam dan ditambah lagi dengan harga yang masih mampu dijangkau oleh siapapun.
SUSU SEGAR
Usaha peternakan sapi perah di Desa Garung Lor ini berdiri sejak 20 tahun yang lalu dengan pemilik usaha Bapak Zainal Abidin. Usaha ini berlokasi di RW 02 Desa Garung Lor, tepatnya di belakang SD N 01 Garung Lor. Peternakan ini menjual produknya dalam bentuk susu segar yang sudah dikemas dengan baik. Susu tersebut dipasarkan dengan berbagai  macam cita rasa diantaranya  adalah rasa strawbery dan coklat.  Saat ini peternakan Bapak Zainal Abidin memiliki 9 sapi perah jenis PFH yang dapat menghasilkan susu ±60 liter setiap harinya. Konsumen susu di pemerahan ini tidak perlu khawatir akan kualitas susu hasil pemerahan karena di dalam prosesnya selalu mengedepankan kebersihan. Perliternya Bapak Zainal Abidin menjual susunya dengan harga Rp 7.000 rupiah sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat yang memilih untuk hidup sehat dan peduli akan gizi.

TAHU
Pabrik tahu Sumber Asri milik ibu Asripah ini berlokasi di Dusun Tersono Desa Garung Lor Kec. Kaliwungu Kab. Kudus. Pabrik ini menghasilkan tahu putih yang dipasarkan di daerah Jepara, pasar plonggo dengan total tenaga kerja 15 orang. Usaha ini termasuk jenis usaha manufaktur dan sudah pernah diadakan pembinaan dan penyuluhan dari Instansi terkait Kabupaten Kudus. 

TAS
Pembuatan tas dari mulai anak-anak, remaja sampai dewasa ini juga merupakan salah satu dari beberapa potensi desa yang dimiliki Garung Lor. Sebagai contohnya adalah konveksi pembuatan tas yang dimiliki oleh Bapak Budi ini, Setiap hari konveksi miliknya selalu ramai dibanjiri pesanan dari konsumen. Usaha yang dimilikinya ini tergolong sebagai jenis usaha manufaktur dengan jumlah pegawai 5 orang. Wilayah pemasaran tas buatannya di daerah Jepara, Demak dan Semarang.

KERUPUK
Potensi desa yang ada berikutnya adalah Pabrik Kerupuk. Usaha ini dimiliki oleh Bapak Mustofa yang beralamatkan di Dusun Tersono Desa Garung Lor. Setiap harinya usaha miliknya tak pernah sepi untuk membuat kerupuk. Bapak Mustofa memiliki 5 orang pegawai dengan wilayah pemasaran yang masih difokuskan di daerah Kudus.

Jumat, 12 Agustus 2011

KULTUM DAN BUKA BERSAMA JAMA’AH MASJID DARUL MU’MININ


Kudus, 31 Juli 2011
Semenjak pukul 16.30 WIB, masyarakat di sekitar Masjid Darul Mu’minin sudah mulai berdatangan ke Masjid untuk ikut menghadiri kultum dan buka bersama di sana. Jama’ah yang hadir terdiri dari berbagai umur mulai dari anak-anak sampai orang tua, lebih dari 40 orang ikut hadir meramaikan acara pertama untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Panitia Ramadhan Masjid Darul Mu’minin memang sudah mempersiapkan dengan seksama mengenai acara-acara yang akan digelar di Masjid Darul Mu’minin tersebut, diagendakan setiap hari ahad akan diadakan kultum dan buka bersama sebagai ajang silaturahmi antar jama’ah Masjid Darul Mu’minin. 
Di acara pertama tersebut, kultum diisi oleh tim perwakilan Tim II KKN Universitas Diponegoro Semarang, saudara Danu Adi Wuryanto dari Fakultas Ekonomi. Materi yang disampaikan adalah inovasi bisnis dan kewirausahaan dalam islam dimana dijelaskan tentang kiat-kiat usaha yang baik menurut ajaran islam. Dengan keikutsertaan Tim II KKN Universitas Diponegoro dalam rangkaian kegiatan tersebut menambah kemeriahan bulan Ramadhan di desa Garung Lor.
Setelah acara kultum disajikan takjil bagi para jama’ah dan dilanjutkan dengan shalat magrib berjama’ah. Semua jama’ah nampak hanyut dalam suasana nan syahdu dan nikmat karena kebersamaan menyambut bulan suci Ramadhan.

Jumat, 05 Agustus 2011

GARUNG LOR

Tentang Garung Lor
Garung lor sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, saat beberapa murid dari Kanjeng Sunan Muria dan Sunan Kudus turun gunung, yaitu di antaranya Mbah Jaelan, mbah Dul Mufakattan, dan lain sebagainya. Kemudian memberi nama daerah yang sekarang bernama Garung Lor. Areanya terletak di antara dua jalan utama menuju kota Jepara. Disebelah selatan jalan begitu hijaunya dengan area persawahan. Dan disebelah utara, pemukiman penduduk yang tertata dengan rapi dengan jalan-jalan yang sudah beraspal.
Berikut nama-nama kepala desa yang pernah memimpin desa Garung Lor :
  1. Sugiarto
  2. Lilik
  3. Soenhadji
  4. Sugiman (sekarang)
Saat ini Desa Garung Lor memiliki 4 RW dan 34 RT dengan luas lahan 25.000 M2. Jumlah penduduk saat ini 5000 jiwa.

Kamis, 28 Juli 2011

Penanggulangan Narkoba dan Pembinaan Pemuda di Wilayah Kecamatan Kaliwungu

21 Juli 2011
09.05-11.30
Gedung Serba Guna Desa Garung Lor


Penanggulangan Narkoba dan Pembinaan Pemuda
di Wilayah Kecamatan Kaliwungu

Mengantisipasi penggunaan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang dikalangan pemuda terutama para pelajar, pemerintah Kecamatan Kaliwungu melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat menggelar penyuluhan dengan tema “Penanggulangan Narkoba dan Pembinaan Pemuda di Wilayah Kecamatan Kaliwungu”. Kegiatan pembinaan ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna Desa Garung Lor dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu dari Polsek Kaliwungu, UPT Pendidikan Kec. Kaliwungu dan Koramil Kecamatan Kaliwungu. Acara ini dipandu oleh Kasi Kesra Kecamatan Kaliwungu.

Polsek Kaliwungu menyampaikan materi tentang Penanggulangan Narkoba, dari UPT Pendidikan menyampaikan materi tentang Degradasi Moral sedangkan dari pihak Koramil menyampaikan materi tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.



Penyelenggaraan penyuluhan yang melibatkan tiga instansi ini, bertujuan mencegah penggunaan narkotika dikalangan para pelajar dan pemuda Kecamatan Kaliwungu. Penyuluhan ini juga memberikan motivasi para pelajar dan pemuda Karang Taruna serta mahasiswa yang hadir untuk mencegah penggunaan narkoba melalui pembinaan kepemudaan. Penyampaian pembinaan kepemudaan mengenai Degradasi Moral ini, disampaikan secara langsung oleh perwakilan UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu,

Pembinaan kepemudaan diawali dengan pemberian motivasi kepada generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya pada kegiatan yang positif. Adanya kegiatan ini diharapkan setiap pelajar tidak mencoba untuk menggunakan narkoba, karena besarnya dampak yang dapat ditimbulkan hanya dengan mencoba-coba hingga menyebabkan ketergantungan terhadap narkoba. Pengalihan rasa ingin tahu dari pemuda diarahkan pada hal-hal yang dapat mendukung masa depan generasi penerus bangsa di kemudian hari.

Selanjutnya oleh AIPTU Harno, kembali ditekankan mengenai efek samping pemakaian narkoba serta akibat hukum yang dapat ditimbulkan dengan penyalahgunaan narkoba. Narkoba dikatakan sebagai perusak generasi muda, oleh sebab itu para pelajar dan pemuda diharapkan mampu membentengi diri untuk menghindari berhubungan dengan barang haram tersebut.

Sesi ketiga, penyampaian Materi dari pihak Koramil oleh Kapten Harjono berisikan tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Semakin menurunnya rasa kebanggan sebagai Bangsa Indonesia, terutama pada generasi muda menjadi latar belakang pentingnya memupuk rasa cinta para pemuda terhadap Bangsa dan Negara Indonesia. Penanaman mengenai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara ini, diharapkan dapat memotivasi para pemuda untuk mencintai diri dengan mengoptimalkan kemampuan diri demi pembangunan Bangsa dan Negara, salah satunya dengan tidak menggunakan narkoba.

Selain penyuluhan, sosialisasi mengenai dampak narkoba juga dilakukan dengan pembagian pamflet sebagai bagian kampanye Pemuda Anti Narkotika.

Senin, 25 Juli 2011

Karvnaval TPQ Manalul Huda ke-11

Persiapan pemberangkatan,,,,karnaval ini menggunakan mobil pick up 

kegiatan ini diikuti oleh murid-murid TPQ Manalul Huda dan ibu-ibu orang tua murid

Start karnaval ini dimulai dari depan halaman masjid kemudian selanjutnya mengelilingi Desa Garung Lor dan kembali lagi di depan halaman masjid

suasana sebelum pemberangkatan ,,,


selain umbul-umbul, karnaval ini juga dimeriahkan oleh adanya rebana yang ikut mengiringi jalannya karnaval ,,,

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari minggu tanggal 24 Juli 2011 dalam rangka Haflah Khotmil Qur'an TPQ Manalul Huda ke-11 yang berlokasi di RW 01 Desa Garung Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Haflah Khotmil Qur'an ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh TPQ Manalul Huda.

Selasa, 12 Juli 2011

RUANG LINGKUP dan PARAMETER GAPURA UNGU :


1. UNGGUL PRAJA (Good Governance, Good Village Administration) , yaitu terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik, meliputi :
 
  • LPPD, LKPJ dan APBDes tepat waktu.
  • Pelayanan pada masyarakat yang mudah, murah, cepat, dan cermat termasuk dalam pembuatan KTP dan KK gratis.
  • Fasilitas sarana dan prasana pemerintahan desa yang layak.
  • Intensifikasi dan Diversifikasi PAD (pendapatan asli desa).
  • Dukungan teknologi informasi komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang mendukung program Bupati Kudus untuk membangun Kudus sebagai cybercity .
2. NOTO MARGO (Developing Public Facilities, Protecting the Environment), yaitu terwujudnya sarana dan prasana fisik desa yang layak, meliputi :
  • Aspalisasi dan pavingisasi jalan desa.
  • Aspalisasi jalan poros desa.
  • Perbaikan lingkungan, misalnya saluran air disetiap jalan/gang desa, reboisasi dll.
  • Papanisasi Pemerintah Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), PKK, karang taruna, RT dan RW serta penunjuk jalan dan gang desa.
  • Fasilitasi sarana prasarana pendidikan yang baik dan layak.
  • Terwujudnya pembangunan pasar desa.
3. GAPURA DESA (Esthetic and Self Identity), yaitu terwujudnya keindahan desa dan jati diri desa, melalui :
  • Gapura desa disetiap gang/ jalan desa dan Gapura Perbatasan antar Kecamatan.
  • Tugu batas desa.
  • Warna ungu pada bangunan, gapura, pagar, pakaian, tugu batas dan lain-lain sebagai simbol semangat membangun masyarakat Kaliwungu.
4. UPAYA dan DOA (Building Human Capital, Strengthening Economies, Assesing Social Cohession), mewujudkan tekat kerja keras dan selalu mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa, meliputi :
  • Kegiatan keagamaan dan wajib belajar 12 tahun
  • Pelatihan keterampilan melalui balai latihan kerja (BLK).
  • Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui peningkatan UMKM
  • Santunan kematian dan beasiswa.
  • Pembebasan biaya (gratis) bagi pelayanan kesehatan dasar.
  • Desa siaga melalui poliklinik desa dan ambulans desa.

Gapura Ungu